Minggu, 25 Juli 2010

Berpandanglah Positif Pada Pemimpin

Kemarin, tepatnya saat saya makan bareng bersama kak dewi (warung Surabaya). Seperti biasa, kami saling bercerita tentang masalah yang ada, baik pribadi maupun kantor.

Sampai pada satu titik, aku bercerita tentang Operator SIMAK-BMN. "Mbak, aku wes tau sms ke mas undik koyo iki. Mas, nek aku dobel KSK + Operator aku ora sanggup mas, nek bisa dadi salah siji ae. Oprator tok apa mulus KSK". "Terus Mas udik tanggapane piye?", tanya mbak Dewi. "Aku ngerti posisimu man, kantor lagi kekurangan wong pancen, sak ngertiku pak Sjarif lagi ngusulke tambahan wong", jawabku. "intine kowe kon sabar set kan man?", tanya kak dewi. "iya si mbak", jawab ku.

"Yang membuat aku nggak habis pikir mbak, katanya kantor nggak mampu untuk mengankat karyawan menjadi operator, alasannya tidak ada uang untuk menggaji, padahal, sakngertiku, ono......tit..... dan seharusnya mampu untuk menggaji", imbuh saya. "kadang SPJ yang seharusnya di pake ini malah dialokasikan ke yang lain" jawab kak Dewi. "masak sekantor main rahasia2an mbak?", komentar saya. "kadang juga ada hal-hal yang sangat privasi harus benar-benar dijaga hil, mungkin yang tau cuma kepala kantor dan orang tertentu2 saja. Takute, semakin banyak orang tau, semakin besar kemungkinan rahasia ini akan bocor, apa lagi kalau yang punya rahaisa emosi, peluang untuk ember besar tuh...." jawab mbak Dewi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dalam berkomentar, tidak menyebutkan nama tidak apa2. Namun akan lebih sopan dan saling kenal jika menyebutkan nama Anda. Maturnuwun.