Rabu, 26 Mei 2010

Semua Tim di Kecamatan Dulupi akan melakukan pariksa silang antar Tim

Secara garis besar, pencacahan di Kec.Dulupi telah selesai dilaksanakan. insyallah tanggal 28 Mei Semua tim di Kecamatan dulupi akan melakukan periksa silang antar tim.

Mekanisme periksa silang.
1. Pada tanggal 27 pagi, tim melakukan perbaikan terakhir hasil C1.
2. Pada tanggal 27 sore, Dokumen untuk semua tim sudah berada di satu tempat (Kortim) dan sudah siap di jemput.
3. Korlap dengan bantuan bentor (becak motor), mejemput masing2 dokumen yang ada dimasing tim.
(bersambung)

Berita Duka

Inalilahi wainnailaihi rojiun.

Mertua Marjun Otoluwa (PCL desa Pangi) telah meningal dunia karena sakit tadi jam 21.00 WITA. Jenazah akan dimakamkan besok sekitar jam 09.00 WITA di Pangi.

Keluarga Besar BPS KAB.Boalemo ikut belasungkawa atas meninggalnya Mertua Marjun otoluwa, semoga amal ibadahnya diterima allah SWT. "Amin".

Pindah Rumah Gara-Gara SP2010

Kecamatan Dulupi merupakan salah satu Kecamatan yang berada di Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. Kecamatan Dulupi terbagi menjadi delapan Desa. Yaitu, Desa Dulupi, Tabongo, Kota Raja, Polohungo, Tanah Putih, Pangi, Tangga Jaya, dan Tangga Barito.

Dalam Sensus Penduduk 2010 (SP2010), untuk Kecamatan dulupi di alokasikan sembilan tim yang bertugas untuk mencacah sekitar 15.000 jiwa penduduk Dulupi. Salah satu tim yang terdapat di Dulupi yaitu Tim Polohungo yang beranggotakan Rustin Umar (Kortim), Hamida Palaji, Rostin Ahmad, dan Jumran Olii.

Dalam Buku 6 (Buku Pencacah) menerangkan bahwa pada tanggal 1 Mei untuk semua tapal batas wilayah kerja tim harus sudah jelas. Namun saat penelusuran wilayah pada tanggal 22 April, batas Desa Polohungo dan Tabongo masih abu-abu. Di titik perbatasan tersebut antara penduduk Polohungo dan Tabongo baku campur.

Kondisi ini segera dilaporkan oleh tim ke Kepala Desa Setempat. Satu Minggu setelah pelaporan tersebut, tepatnya tanggal 28 April, Camat di dampingi dengan Kedua Kepala desa dan Kepala dusun (Tabongo dan Polohungo) meninjau lokasi tersebut dan didapatkan tapal batas yang jelas, peta WA untuk Kedua Desa berubah. dan tim sudah bisa mulai listing pada tanggal 1 mei.

Listing yang dikerjakan oleh tim Polohungo dikerjakan dengan cepat, dalam waktu 4 hari, enam blok yang menjadi wilayah kerjanya selesai dilisting. blok terakhir yang dilisting oleh tim ini adalah blok yang berbatasan langsung dengan Tabongo. di perbatasan tersebut (masih wlayah polohungo), tepatnya di tumah tangga (nama) merupakan masyarakat Tabongo.

Saat Petugas datang pada rumah tangga tersebut, (nama) tidak mau di cacah di desa polohungo melainkan menginginkan di cacah di tabongo. setelah di kasih pengertian oleh kortim polohungo tentang konsep penduduk, akhirnya (nama) mengalah dan mau di listing di polohungo.

pencacahan lengkap (C1) dimulai, tanggal 15 Mei tim Polohungo sudah berhasil mencacah 5 blok dari 6 blok yang menjadi tugasnya. saat di blok terakhir, mereka kebingungan karena ada salah satu rumah yang sudah di bongkar dindingnya, yang tersisa cuma atap. setelah ditelusuri, ternyata rumah tangga tersebut sudah pindah ke desa tabongo. ada fakta yang mengejutkan, kabarnya mereka pindah gara-gara tidak mau di cacah ke desa polohungo, melainkan tetap ingin menjadi warga tabongo.

untuk itu, pada desa tabongo terdapat tambahan penduduk yang berasal dari desa polohungo. oleh Sutarjo datau (Kortim Tabongo) penduduk tersebut di masukkan ke listing dan di cacah lengkap de desa tabongo. kabar ini segera terdengar luas, untuk mengobati rasa penasaran tersebut, akhirnya Hilman Bawono (Korlap Dulupi), Reni Puspita sari (TF), dan Sutarjo Datau (kortim polohungo) menanyakan pada (nama) apakah benar gara-gara SP2010 (nama) bongkar tumah? dan (nama) membenarkan berita ini.

ada ada aja? he

Sabtu, 22 Mei 2010

Penduduk Tertua Di Kec.Dulupi (sementara)

Hari ini tanggal 22 Mei, seperti biasa kami ngecek2 petugas SP2010. Dari hasil pengecekan tersebut, untuk sementara pencacahan lengkap sudah selesai di laksanakan di Kec.Dulupi. Untuk sementara petugas sedang melaksanakan perbaikan dari hasil pencacahan (C1), perbaikannya mulai dari pengecekan umur sampai jumlah anak yang dilahirkan.

Dari dua puluh dua hari yang telah dilalui, baru diketahui bahwa terdapat penduduk yang tertua di kecamatan dulupi. Yaitu terdapat di Desa Kotaraja (102 tahun). Untuk membuktikan kebenaran dari informasi ini, insyallah besok korlap akan melakukan pengecekan di Desa Kotaraja tersebut.

Sementara itu, insyallah besok korlap akan mewancarai suatu rumah tangga yang berada di tabongo yang kabarnya pindah dari Polohungo gara-gara SP2010 ini. Masak bener, gara-gara tidak mau dicacah di Desa Polohungo, rumah besarta keluarganya di boyong ke tabongo?

Ceritanya besok lagi ya (sabar, he)

Jumat, 21 Mei 2010

Target Pencacahan Lengap Prov Gorontalo Selesai 21 Mei

Target pencacahan lengkap untuk provinsi Gorontalo selesai tanggal 21 Mei. Hal ini sudah di dengung-dengungkan oleh kepala BPS provinsi Gorontalo jauh-jauh hari sebelum pencacahan. Hal ini juga sudah diteruskan oleh Korlap Ke Kortim dan PCL agar mereka selesai pencacahan tanggal 21 Mei, dari membuat jadwal listing, pencacahan lengkap sampai pengantaran dokumen ke BPS Kabupabten setempat.

Namun demikian, kemampuan antar PCL dan KORTIM di masing-masing tim tidak sama. adakalanya sudah kami pacu terus untuk bekerja lebih cepat, tetep aja masih lambat. Hal ini disebabkan memang kemapuan PCL tersebut sudah maksimal, sehingga mau di pacu dengan cara apapun tetap lambat. Kadang kami merasa tidak "sampai hati" untuk menekan PCL, sebab kemampuannya memanng cuma segitu.

Ini pengalaman paling berharga dari saya, faktor pendidikan, usia, dan bakat tulisan sangat berpengaruh pada hasil pencacahan. Semoga untuk pencacahan-pencacahan berikutnya kami akan lebih baik, "amin".

Posisi Pencacahan Lengkap (C1) Kec.Dulupi

Sebagian besar petugas SP2010 Kec.Dulupi Sudah memasuki tahap akhir pencacahan. Mereka sedang memperbaiki tulisan dan mencari rumah tangga yang belum ketumu dengan anggaota rumah tangga (ART)-nya, serta mencocokan dan menelusuri hasil pencacahan C1 ke listing (L1).

Dari sembilan tim yang ada di Kec.Dulupi. Masih ada dua tim yang sementara masih turun dilapangan, yaitu tim Pangi dan Kota raja, dan insyaallah menurut perhitungan kami hari ini mereka selesai di lapangan dan menyusul tim-tim yang lain untuk melakukan perbaikan tulisan.

Petugas SP2010 Kec.Dulupi banyak yang sakit

Dua puluh hari telah berlalu dibulan Mei. Pencacahan lengkap yang dilakukan oleh petugas Kec.Dulupi sudah memasuki tahap akhir (perbaikan tulisan, mencari rumah tangga yang belum ketemu anggota rumah tangganya, dan meneliti kembali hasil pencacahan dengan kecocokan pengkodean.

Namun begitu, pencacahan di Kec.Dulupi ada sebagaian tidak lancar. hal ini disebabkan;

1. Petugas kelelahan, biasanya dihari-hari pencacahan, petugas turun kelapangan pukul 06.00 pagi, dan pulang habis magrib. Walaupun hujan atau listrik mati, petugas tetap bersemangat untuk mencacah. Kadang sampai dirumah, pegugas pulang pukul 19.00 WITA. Sampai dirumah petugas langsung mandi dan melanjutkan perbaikan atas hasil pencacahan tadi siang. Jika listrik mati, petugas biasanya menggunakan lampu minyak untuk pencahayaannya. Dan oleh sebab itu, di akhir-akhir bulan mei, banyak petugas yang jatuh sakit

2. Kemampuan masing-masing PCL (Pencacah)berbeda-beda. Tak khayal, satu pencacah lemah dibagian konsep, maka akan mempengaruhi kerja tim. Tim ini akan bekerja lambat. Tim akan semakin parah, bila dirinya tidak tahu bahwa dirinya salah. Dan ini terjadi di Kec.Dulupi, PCL di tegur kortim malah tersinggung dan marah (mutung)

3. Tim turun jam 08.00 Pagi. Hal ini biasanya dilakukan oleh tim yang menganggap bahwa wilayahnya dekat, jadi mereka tampak santai-santai. Namun di akhir bulan mei mereka tidak memenuhi target.

Responden dalam SP2010 Kec.Dulupi, aneh2, he

Kenapa aneh, ini ni aku mau crita:

1. Banyak responden yang tidak tahu tanggal lahir anaknya, namun kebanyakan responden menandai tanggal lahir anaknya dengan tanaman pohon kelapa. Dan ini malah tambah aneh, ada satu responden di tangga barito tidak tahu tanggal lahir anaknya, namun responden itu ingat bahwa anaknya lahir bersamaan dengan sapinya beranak. Padahal sapi yang lahir itu sekarang sudah besar, dan punya anak. ha

2. Ada responden yang menolak di data di Desa Polohungo, inginnya di Desa Tabongo. Saat listing responden tersebut masih berada di Polohungo, namun ini aneh, saat pencacahan lengkap petugas SP2010 tim Polohungo bingung, sebab orang besarta "rumahnya" sudah dipindah ke Desa Tabongo. Masak gara2 SP2010, jadi gini ya? ada2 aja, he

3. Di Kec.Dulupi ada responden satu blok pindah semua. kenapa begitu? yang tadi blok persiapan di Desa Tangga Barito (Blok 007P) dan Kota Raja (Blok 006P)ternyata sudah ada muatannya. Jadi blok tersebut yang jadinya blok persiapan menjadi blok sensus biasa. Jadi satu blok pindah semua to? he

Kamis, 20 Mei 2010

Ternyata pak Tomo tidak suka ikan, he

Hari terakhir pak Tomo (MK dari BPS Pusat) memantau di Kec.Tilamuta, pak Tomo berkunjung ke suku Bajo (Desa Pentadu Barat). Namun, sebelum ke Bajo, pak Tomo di suruh singgah di salah satu Kadus di desa Pentadu Barat. Dan disinalah cerita mulai berawal;

Sudah menjadi kebudayaan masyarakat Gorontalo, bila ada tamu pasti di sambut oleh tuan rumah (welcome), tak terkecuali makanan dari tuan rumah juga ikut menyambut tamu.

Saat di Kadus, kadus menyajikan bergedel kepada tamu (Pak tomo, kak etris, mbk Reni, hilman). Tanpa ragu2 pak Tomo ambil satu buah bergedel dan mulai mengunyah (kelihatannya menikmati, He).

Tanpa diminta, mbk Reni yang duduk di sebelah pak tomo menguraikan bahan2 yang digunakan untuk membuat bergedel tersebut.

Sambil membelah bergedel dengan tangan, dan sambil mengambil satu persatu bahan yang ada di bergedel, mbk reni berkata "pak, bergedel ini terbuat dari ikan, ni ikannya kecil2, ini yang putih2 ikannya lho pak".

Mendengar itu, pak Tomo langsung menghadap ke Hilman, sambil cengar-cengir pak Tomo Tersenyum (expresinya lucu lho pak, he)

Ternyata pak Tomo tidak suka ikan, pak Tomo tidak bisa melanjutkan makannya, dan minta maaf pada tuan rumah bahwa pak Tomo tidak bisa makan ikan.

Catatan;
1. Mbk reni si, crita2 segala, kalau tidak cerita pak Tomo bisa makan sepiring tuh, he
2. Maaf pak, hari terahir saya tidak bisa mengantar bapak ke Pohuwato. Saya tepar si, gara2 kehujanan kemaren. He

Kasihan pak tomo, belum pernah ke Kec.Dulupi namun namanya heboh di pusat tentang MK yang memperbolehkan listing zigzag

Tadi pagi, sekitar jam 8 WITA. Pak tomo seorang Monitoring Kualitas (MK) SP2010 dari pusat Jakarta menelpon korlap dulupi. Isinya pembicaraan sebagai berikut;

1. Bahwa di pusat berkembang isu bahwa seorang MK yang bertugas di gorontalo membolehkan listing zigzag seperti "orang mabok".
2. Pak tomo, sebagai MK yang bertugas di tilamuta tidak pernah merasa pernah mengeluarkan statment tersebut.
3. Pak tomo teringat tentang listing zigzag yang dilakukan oleh salah satu tim di Kec.Dulupi.
4. Pak tomo memastikan pada korlap dulupi bahwa zigzag yang dilakukan di salah satu tim di dulupi tadak seperti "orang mabok".

Keterangan
1. Kalau dari arah tilamuta, rumah penduduk mengumpul di sepanjang kanan jalan.
2. Rumah yang ada di kiri jalan menggerombol dan saling berjahuan.
3. Untuk itu, kortim atas seijin korlap melakukan zigzag di daerah tersebut. Karena akan lebih efektif zigzag dari pada menyelesaikan listing tiap segmen.
4. Sepengetahuan korlap Dulupi, pak tomo belum pernah ke Dulupi, karna wilayah MK pak Tomo di Kec.Tilamuta

Petugas SP2010 tim kotaraja bingung mau berpanutan siapa? ikut korlap atau TF?

Sudah menjadi trik korlap, jika waktu korlap akan banyak mendampingi tim2 yang lemah. Dari 19 hari yang sudah dilewati dibulan mei, inilah kunjungan pertama di kotaraja.

Melihat hasil pencacahan C1, pekerjaan tim bisa tergolong bagus. Cuma dikolom pekerjaan korlap ada koreksi, semisal bertani menamam jagung. Nah disini korlap menyuruh tim untuk ditambahi tanaman jagung itu lahannya milik siapa? Terus di bantu siapa?

Jadi nanti hasilnya akan seperti ini, misal; bertani menanam jagung, lahan milik sendiri, di bantu pekerja keluarga tidak dibayar.

Nah, malemnya PCL kotaraja nelpon korlap. Dan melaporkan bahwa, sebelum tadi pagi korlap datang ada pemeriksa dari TF, dan TF memberikan keterangan pada hasil C1 sudah "sip". Nah, disini PCL bingung. Mau berpedoman siapa ya?

Ada alasan personal;
1. Seperti yang kita tahu sendiri, target pencacahan untuk prov gorontalo tgl 21 Mei. Petugas kotaraja tidak sanggup bila penggati kolom pekerjaan seperti yang dimaksud di atas. Sementara pencacahan C1 Di blok terahir belum selesai.
2. Tim kotaraja tersinggung dan takut jika tidak memenuhi target akan didatangkan dari tim laen. Mereka merasa pekerjaannya tidak becus, padahal tim kotaraja sudah bekerja maksimal

(bersambung)

Rabu, 19 Mei 2010

Tim SP2010 desa Pangi tidak memenui target, pencacahan di bantu tim Polohungo

Sampai tgl 18 mei, tim pangi baru menyelesaikan 3 blok dari 6 blok yang wajib mereka selesaikan. Untuk itu, pada kesempatan tgl 18 monitoring dari provinsi memonitor desa tersebut. Dari hasil monitoring diketahui bahwa;

1. Penghitungan umur untuk 3 blok yang sudah selesai masih banyak yang salah.
2. Laki2 ada yang melahirkan.
3. Kerja tim tidak kompak, khususnya satu PCL, sulit diatur.

Penyelesaian;
1. Pencacahan di tim pangi di bantu tim polohungo.
2. Bersambung

Selasa, 18 Mei 2010

Pencacahan lengkap (C1) untuk Kec.Dulupi sudah 75% selesai

Dari 44 Blok Sensus (BS) biasa, tim Kec.Dulupi sudah selesai 33 Blok. Berikut rinciannya.

1. Tim Dulupi 1, selesai 3 blok dari 5 blok target.

2. Tim Dulupi 2, selesai 2 blok dari 4 blok target.

3. Tim Tabongo sudah selesai 4 blok dari 6 blok target.

4. Tim Kotaraja, selesar 4 blok dari 6 blok.

5. Tim Pangi n Tanah Putih, selesai 3 blok dari 6 blok.

6. Tim Polohungo (6 blok), Tangga Jaya (4 blok), Tangga Barito Bawah (3 blok), tangga barito atas (4 blok). Sudah selesai pencacahan.

Catatan;
1. Masih ada yang terlewat untuk masing2 blok yang sudah selesai.
2. Kegiatan tim yang sudah selesai pencacahan yaitu melengkapi rumah tangga yg belum ketemu, memperbaiki peta WB, memperbaiki dokumen C1

Rencana korlap Kec.Dulupi di hari ke-19

* Pertemuan antara 2 tim (polohungo, pangi) dengan korlap + orang prov untuk membahas setrategi pencacahan supanya target selesai tgl 21 tercapai.

* Penelusuran wilayah kerja tim polohungo di desa Tanah Putih.

* Pengawasan di tim Dulupi 1.

Posisi jumlah rumah tangga dan muatan (jiwa) dalam tim SP2010 Kec.Dulupi

Di Kecamatan dulupi terdapat 42 Blok Sensus Biasa dan 4 Blok Sensus Persiapan. Sampai saat ini, 4 blok persiapan salah dua-nya sudah ada muatannya, dan secara otomatis menjadi blok sensus biasa. Jadi, di Kec.Dulupi terdapat 44 Blok Sensus Biasa.

Dari 46 Blok Sensus Biasa dan Persiapan ini terbagi menjadi 9 tim. Dengan rincian sebagai berikut.

1. Tim Dulupi 1, mempunyai 476 rumah tangga dan mempunyai muatan 1020 jiwa.
2. Tim Dulupi 2, mempunyai 372 rumah tangga dan muatannya 894 jiwa.
3. Tim Tabongo, mempunyai 454 rumah tangga dan 963 jiwa muatan rumah tangga tersebut.
4. Kota Raja, Mempunyai 450 rumah tangga dan muatannya 831 jiwa.
Sedangkan
5. Tim Polohungo, mempunyai muatan 826 jiwa dari 397 rumah tangga.
6. Tim tanah putih dan pangi, mempunyai 520 rumah tangga dan muatannya 1163.
7. Tim tangga jaya, mempunyai 344 rumah tangga, dan 662 jiwa.
8. Tim tangga barito atas, terdiri dari 183 jumlah rumah tangga dan di dalamnya terdapat 395 jiwa. Dan
9. Tangga barito bawah, ada 304 rumah tangga dan 610 jiwa

Senin, 17 Mei 2010

Dalam SP2010, Rumah yang berdekatan dicacah petugas yang sama. Kenapa begitu?

Dalam buku 6 (panduan pencacah) menyebutkan bahwa;

Rumah tangga nomer 1, 2, dan 3 dicacah oleh pencacah a, b, dan c. Rumah tangga nomer 4, 5, 6 dicacah pencacah a, b, dan c. Begitu seterusnya sampai jumlah rumah tangga dalam blok sensus selesai.

Standar bakunya memang begitu, namun si pengarang buku kurang memperkirakan;

1. Kemampuan masing-masing PCL dalam 1 tim.
2. Jarak rumah, antar rumah tangga.
3. Jumlah anggota tiap rumah tangga.
4. Kemampuan responden dalam menjawab pertanyaan.

Rapat Koordinasi KSK Se Kab.Boalemo

* Kecamatan Wonosari kekurangan dokumen C1.
> Penyelesaian, menggunakan dokumen cadangan di BPS boalemo + sisa dokumen dari kecamatan laen selain wonosari.

* Petugas pencacah kehabisan penghapus.
> Penyelesaian, penghapus belum di potong-potong (sendal jepit, he). Stok penghapus di kantor kosong, beli sendiri.

* Ditemukan penduduk berumur tertua di Kab.Boalemo, yaitu 105 tahun di Kec.Wonosari.
> Penyelesaian, di catat di C1, 98 tahun.

* Ada PCL yang lapor pada orang provinsi, kenapa uang transpor belum di terima 100%.
> Penyelesaian, memberikan pengertian pada PCL bahwa pencairan dana di KPPN masih terkendala. Untuk itu yang turun di PCL baru setengahnya.

Pengawasan SP2010, KSK Kec.Dulupi Nabrak Bentor (Bagian 1)

Usai pengawasan di tim Desa Pangi dan Tanah Putih, Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) Dulupi melanjutkan pengawasan di tim Desa Dulupi.

Di perjalanan menuju ke Dulupi, tepatnya di pertigaan jalan Trans Sulawesi menuju Dulupi, disinilah terjadi kejadian.

Tempat kejadian keadaan jalannya miring. Jadi, kalau kita dari arah Tilamuta menuju ke Dulupi, jalannya agak nanjak.

Saat di pertigaan Dulupi, tidak lupa saya menyalakan lampu "sen" kanan, dan posisi saya sudah masuk ke arah Dulupi.

Satu meter dari pertigaan, saya liat, melajulah BENTOR (Becak Motor) dari arah berlawanan. Bentor tersebut membawa gabah dan posisinya menuruni jalan, secara otomatis bentor tersebut tidak bisa rem dadak.

Karena... (besambung)

Tim Sensus Penduduk 2010 Desa Polohungo Pertama Selesai Pencacahan Lengkap di Kec.Dulupi

Tim SP2010 desa Polohungo merupakan tim tercepat dalam penyelesaian pencacahan lengkap (Dokumen C1) di Kecamatan Dulupi.

Tim ini mempunyai tugas menyelesaikan pencacahan di 6 blok biasa yang terdiri dari 397 Rumah Tangga. Dari 397 Rumah Tangga, didalamnya terdiri dari 868 penduduk berjenis kelamin laki-laki dan 826 perempuan.

Seperti yang di katakan pak Rusman (Kep BPS RI), "all the begining is difficult". Hal ini juga berlaku pada tim ini. Perlu diketahui, 4 hari menjelang sensus penduduk ada pencacah yang mengundurkan diri sebab melahirkan. Otomatis dari pihak BPS langsung mencari penggantinya, dengan di ajar oleh Inda dengan cara kilat, 1 hari pelatihan sudah selesai.

Saya (KSK Kec.Dulupi), Kagum dengan prestasi ini. Untuk bu Rustin Umar (Kortim), Hamida Palaji, Rustin Ahmad, dan Hamida Palaji (PCL). "Selamat Ya)

Catatan;
* Masih ada satu rumah tangga yang terlewat, tepatnya di blok 004B.
* Tgl 17 dan seterusnya tim merapikan hasil dari tugasnya. Dari penggambaran bangunan fisik dipeta WB, listing, dan C1.

Gorontalo Itu Unik

Kenapa unik? Ini jawabane;

* Tiap hari ada perayaan ulang taun. Kenapa begitu? Kalau kita mau sarapan, kebanyakan warung pasti nyediain nasi kuning. He

* Jangan harap bisa makan sayur daun kangkung. Cos kebanyakan orang sini, jika masak sayur kangkung, yang dimasak batangnya, bukan daunnya. Huf,

* Alat transportasi jarak dekat menggunakan Bentor (Becak Motor). Semacam becak namun menggunakan tenaga motor.

* Sebutan untuk Kepala Desa yaitu "Ayahanda", sedangkan untuk Kepala Dusun yaitu "Podu", sikatan dari pedukuhan.

Percaya atau tidak, jika teman2 datang kesini akan merasakannya. Welcome to Gorontalo ya sob,

Sabtu, 15 Mei 2010

Makan malam? Ke tempatnya mas aja dekat lampu merah

Khususnya untuk orang jawa, hidup di Kab. Boalemo harus cepat untuk menyesuaikan diri. Tak terkecuali untuk masakan.
Orang asli boalemo pada khususnya, dan masyarakat gorontalo pada umumnya, sangat suka akan rica (sambal). Ini merupakan masalah bagi orang jawa yg tidak terlalu suka pedas.
Tapi jangan khawatir, cos dekat lampu merah ada orang jawa yang dagang menu masakan jawa.
Dari nasi goreng, gado2, sampe mie ayam. Jadi untuk teman2 yang baru nyampe di Boalemo, jangan lupa singgah di warungnya "mas" dekat lampu merah ya.
Hal yang membedakan dari warung laen. Warung mas ini pake gerobak dorong. Mat mencoba

Latar Belakang

Kenyataan >
  • Di Kantor tempat saya bekerja (Badan Pusat Statistik (BPS) Kab.Boalemo, Prov.Gorontalo), terdapat banyak lulusan dari perguruan tinggi. khususnya dari jurusan statistik. Tapi belum ada karya yang dapat di nikmati banyak orang.
  • Saya Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) Dulupi, Seharusnya menyediakan kabar, dan data tentang perkembangan Kecamatan wilayah tugas saya.
  • Banyak kejadian yang dialami oleh saya, tapi sia-sia jika saya tidak menulis dan menyebar luaskan pengalaman saya.
Solusi >
  • Membuat blog; dengan nama www.kabarjalan.blogspot.com
  • Isi; hasil analisis dan kabar berita yang ditemukan selama KSK berada di lapangan.
Harapan >
  • Semoga informasi yang saya up-load dapat bermanfaat bagi masyarakat Kec.Dulupi pada khususnya dan masyarakat Kab.Boalemo pada umumnya.
  • kritik dan saran kami nantikan untuk memperbaiki kualitas blok ini.